Kamis, 14 Agustus 2014

Kota Asal


Kota Pontianak 

Kota Pontianak adalah Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini juga dikenal dengan nama 坤甸 (Pinyin: Kūndiàn) oleh etnis Tionghoa di Pontianak.
Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan Sungai Landak. Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang membelah kota disimbolkan di dalam logo Kota Pontianak.  

Makanan Khas Kota Pontianak



1.      Dodol Aloevera
Dodol aloevera sendiri serupa dengan dodol pada umumnya. Perbedaannya hanya bahan baku dan tekstur dari dodol itu. Dodol dari aloevera sedikit berserat. Rasanya lebih segar dan tidak bikin eneg. 
2.      Teh Aloevera
Penyuka teh juga bisa mencoba teh yang satu ini. Teh istimewa yang baik buat meningkatkan kesehatan tubuh. Teh aloevera.
3.      Kerupuk Aloevera Aneka Rasa
Suka kerupuk? Tentu saja kerupuk aloevera ini akan cocok di lidah anda. Rasa yang ditawarkan ada udang, balado, dan masih banyak lagi. Bahan bakunya juga dari aloevera.
4.      Kerupuk Panggang Aloevera
Tidak suka dengan kerupuk menrah yang harus digoreng? Ada kerupuk panggang yang siap makan dari aloevera. Diameter kerupuknya sekitar 10cm. Tidak mengandung lemak dan renyah.
5.      Jelly Aloevera
Anak-anak pasti suka dengan jelly, jelly yang terbuat dari aloevera tentunya menyehatkan. Bisa dijadikan cemilan keluarga sambil nonton televisi.
6.      Minuman Aloevera
Terbiasa minum nata de coco? Sekali-kali perlu mencoba minuman yang mirip dengan nata de coco. Minuman dari aloevera. Aloevera yang renyah dengan air sirup aneka rasa. Ada rasa leci, jeruk, dan original yang bisa ditambah sirup untuk memberikan rasa yang lain. Tambahkan sedikit es, cocok diminum saat berbuka puasa.
7.      Cokelat Aloevera
8.      Lempok Durian
Lempok durian adalah dodol paling enak sedunia (menurut saya dan teman saya, kwa kwa kwa). Soalnya saya suka durian, banget! Lempok durian sebenarnya dodol seperti pada umumnya, tetapi bahan baku utamanya ya durian. Selain dibuat lempok, durian juga biasa difermentasikan menjadi tempoyak. Nanti saya cerita soal tempoyak dan cara membuat termasuk memasaknya.
9.      Stik Keladi
Nah ini juga istimewa dan hanya ada di Kalimantan Barat. Stik keladi sebenarnya panganan dari talas (bahasa Pontianaknya keladi) yang dibuat seperti stik kemudian digoreng dan dibumbui. Pilihan rasanya ada lima, original, balado, keju, ayam bawang, dan barbeque.
10. Amplang
Ini makanan khas juga, bukan dari Pontianak, tetapi dari Ketapang. Masih Kalimantan Barat kok. Kerupuk berbentuk bantal mini yang terbuat dari ikan belidak.
11. Aneka Dodol
Di Pontianak selain dodol dari durian juga ada dodol yang terbuat dari ubi, labu, dan banyak buah lainnya. 

12. SotongPangkong/Juhi Bakar
Pernah dengar makanan yang satu ini? Ini makanan khas yang muncul paling banyak saat bulan puasa. Bahkan di sepanjang Jalan Merdeka, bisa macet gara-gara banyaknya pedagang yang menggelar dagangan di pinggir jalan dan menyediakan lesehan seadanya. Soalnya kendaraan pembeli akan diparkir di badan jalan.

13. Kerupuk Basah
Ini makanan khas daerah hulu Kalimantan Barat. Ini mirip dengan empek-empek. Terbuat dari ikan belidak (resep aslinya). Dibuat adonan seperti kerupuk tetapi saat adonan sudah dikukus, adonannya tidak dipotong-potong dan dijemur, melainkan langsung dimakan dengan sambal kacang yang pedas.
.

 Kota Sambas 

Sambas adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia..
Kota Sambas secara geografis terletak hampir di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sambas. Perkembangan kota ini berawal dari pusat Kesultanan Sambas yang dahulu berada persis di persimpangan alur Sungai Sambas Kecil dan Sungai Teberau. Kecamatan Sambas (lebih biasa) dipanggil oleh penduduk kabupaten sebagai Kota Sambas, yang juga berslogan "Kota Sambas Terigas". Sambas yang dikenal sekarang merupakan kota pusat pemerintahan Kesultanan Sambas, yang berpusat di Istana Alwatzikoebillah, desa Dalam Kaum. Tepat di depan istana berdiri pula sebuah masjid tua yang merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Sambas, yaitu Masjid Agung Jami' atau Masjid Sultan Muhammad Syafi'oeddin II.
Masyarakat kota Sambas didominasi oleh suku Melayu, yaitu Melayu Sambas. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas dengan kekhasan tersendiri, yaitu pada pengucapan huruf 'e' seperti kata 'lélé' di dalam bahasa Indonesia. Kurang lebih bahasa Melayu Sambas terdengar sama seperti dialek Betawi (Jakarta), namun terdapat beberapa kosakata yang berbeda seperti kata nyak (Btw.), dalam bahasa Melayu Sambas adalah ummak. Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda, seperti pada kata bassar (besar dalam bahasa Indonesia).
Kecamatan Sambas terletak pada 1o11'20" - 10o24'48" LU dan 109o09'16" - 109o26'23" BT. Dengan luas 246,56 km2, wilayah kecamatan Sambas mencakup sekitar 0,64% dari wilayah kabupaten Sambas
.

Makanan dan Kerajinan Khas Sambas

Kota Sambas juga terkenal dengan kain tenunnya, yaitu Kain Tenun Songket Sambas (dikenal pula dengan sebutan Kain Lunggi) yang memiliki berbagai macam corak/motif dan warna. Produksi kain terdapat di desa Jagur dan Sumber Harapan. Kota Sambas memiliki panganan khas, yang paling terkenal adalah Bubbor Paddas (Bubur Pedas). Selain itu juga ada Bubbor Ambo' (Bubur Ambo'), Tempuyyak (Tempoyak), dan Padda'.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar