Kota Pontianak
Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan Sungai Landak. Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang membelah kota disimbolkan di dalam logo Kota Pontianak.
Makanan Khas Kota Pontianak
1.
Dodol Aloevera
Dodol aloevera sendiri serupa dengan dodol pada umumnya.
Perbedaannya hanya bahan baku dan tekstur dari dodol itu. Dodol dari aloevera
sedikit berserat. Rasanya lebih segar dan tidak bikin eneg.
2.
Teh Aloevera
Penyuka teh juga bisa mencoba teh yang satu ini. Teh
istimewa yang baik buat meningkatkan kesehatan tubuh. Teh aloevera.
3.
Kerupuk Aloevera
Aneka Rasa
Suka kerupuk? Tentu saja kerupuk aloevera ini akan cocok
di lidah anda. Rasa yang ditawarkan ada udang, balado, dan masih banyak lagi.
Bahan bakunya juga dari aloevera.
4.
Kerupuk Panggang
Aloevera
Tidak suka dengan kerupuk menrah yang harus digoreng? Ada
kerupuk panggang yang siap makan dari aloevera. Diameter kerupuknya sekitar
10cm. Tidak mengandung lemak dan renyah.
5.
Jelly Aloevera
Anak-anak pasti suka dengan jelly, jelly yang terbuat
dari aloevera tentunya menyehatkan. Bisa dijadikan cemilan keluarga sambil
nonton televisi.
6.
Minuman Aloevera
Terbiasa minum nata de coco? Sekali-kali perlu mencoba
minuman yang mirip dengan nata de coco. Minuman dari aloevera. Aloevera yang
renyah dengan air sirup aneka rasa. Ada rasa leci, jeruk, dan original yang
bisa ditambah sirup untuk memberikan rasa yang lain. Tambahkan sedikit es, cocok
diminum saat berbuka puasa.
7.
Cokelat Aloevera
Lempok durian adalah dodol paling enak sedunia (menurut
saya dan teman saya, kwa kwa kwa). Soalnya saya suka durian, banget! Lempok
durian sebenarnya dodol seperti pada umumnya, tetapi bahan baku utamanya ya
durian. Selain dibuat lempok, durian juga biasa difermentasikan menjadi
tempoyak. Nanti saya cerita soal tempoyak dan cara membuat termasuk memasaknya.
9.
Stik Keladi
Nah ini juga istimewa dan hanya ada di Kalimantan Barat.
Stik keladi sebenarnya panganan dari talas (bahasa Pontianaknya keladi) yang
dibuat seperti stik kemudian digoreng dan dibumbui. Pilihan rasanya ada lima,
original, balado, keju, ayam bawang, dan barbeque.
10.
Amplang
Ini makanan khas juga, bukan dari Pontianak, tetapi dari
Ketapang. Masih Kalimantan Barat kok. Kerupuk berbentuk bantal mini yang
terbuat dari ikan belidak.
11.
Aneka Dodol
Di Pontianak selain dodol dari durian juga ada dodol yang
terbuat dari ubi, labu, dan banyak buah lainnya.
12.
SotongPangkong/Juhi Bakar
Pernah dengar makanan yang satu ini? Ini makanan khas
yang muncul paling banyak saat bulan puasa. Bahkan di sepanjang Jalan Merdeka,
bisa macet gara-gara banyaknya pedagang yang menggelar dagangan di pinggir
jalan dan menyediakan lesehan seadanya. Soalnya kendaraan pembeli akan diparkir
di badan jalan.
13.
Kerupuk Basah
Ini makanan khas daerah hulu Kalimantan Barat. Ini mirip
dengan empek-empek. Terbuat dari ikan belidak (resep aslinya). Dibuat adonan
seperti kerupuk tetapi saat adonan sudah dikukus, adonannya tidak
dipotong-potong dan dijemur, melainkan langsung dimakan dengan sambal kacang
yang pedas.
.
Kota Sambas
Masyarakat kota Sambas didominasi oleh suku Melayu, yaitu Melayu Sambas.
Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas dengan kekhasan
tersendiri, yaitu pada pengucapan huruf 'e' seperti kata 'lélé' di dalam
bahasa Indonesia. Kurang lebih bahasa Melayu Sambas terdengar sama
seperti dialek Betawi (Jakarta), namun terdapat beberapa kosakata yang
berbeda seperti kata nyak (Btw.), dalam bahasa Melayu Sambas adalah
ummak. Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf
ganda, seperti pada kata bassar (besar dalam bahasa Indonesia).
Kecamatan Sambas terletak pada 1o11'20" - 10o24'48" LU dan 109o09'16" - 109o26'23" BT. Dengan luas 246,56 km2, wilayah kecamatan Sambas mencakup sekitar 0,64% dari wilayah kabupaten Sambas.
Makanan dan Kerajinan Khas Sambas
Kota Sambas juga terkenal dengan kain tenunnya, yaitu Kain Tenun Songket Sambas (dikenal pula dengan sebutan Kain Lunggi) yang memiliki berbagai macam corak/motif dan warna. Produksi kain terdapat di desa Jagur dan Sumber Harapan. Kota Sambas memiliki panganan khas, yang paling terkenal adalah Bubbor Paddas (Bubur Pedas). Selain itu juga ada Bubbor Ambo' (Bubur Ambo'), Tempuyyak (Tempoyak), dan Padda'.
Kecamatan Sambas terletak pada 1o11'20" - 10o24'48" LU dan 109o09'16" - 109o26'23" BT. Dengan luas 246,56 km2, wilayah kecamatan Sambas mencakup sekitar 0,64% dari wilayah kabupaten Sambas.
Makanan dan Kerajinan Khas Sambas
Kota Sambas juga terkenal dengan kain tenunnya, yaitu Kain Tenun Songket Sambas (dikenal pula dengan sebutan Kain Lunggi) yang memiliki berbagai macam corak/motif dan warna. Produksi kain terdapat di desa Jagur dan Sumber Harapan. Kota Sambas memiliki panganan khas, yang paling terkenal adalah Bubbor Paddas (Bubur Pedas). Selain itu juga ada Bubbor Ambo' (Bubur Ambo'), Tempuyyak (Tempoyak), dan Padda'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar